Minggu, 16 Februari 2014

Semua Akan Indah Pada Waktunya

Selalu saja akan ada kemudahan dalam kesulitan. Itulah janji Allah dalam kitab-Nya.

Sejak kejadian 26 Desember 2012 lalu, saya selalu saja merepotkan banyak orang. Mulai dari keluarga, sahabat, teman-teman, bahkan orang yang tidak saya kenal pun saya repotkan. Maklum, ada keterbatasan dalam diri saya. Utamanya, saat kedua tangan saya tidak dapat digunakan yaitu saat berjalan, imbas dari kaki kanan yang belum bisa saya gunakan. Kedua tangan terfokus seluruh tenaganya untuk menopang beban tubuh untuk berjalan. Alhasil, saat berjalan, tidak hanya kaki kanan yang tidak bisa digunakan, sudah pasti tangan tidak bisa digunakan.

Karena kedua tangan dan kaki kanan tidak bisa digunakan itu, saya sering meminta pertolongan kepada orang, terutama dalam membawa barang. Ah, rasanya jiwa kemandirian ini seperti terenggut. Dulu yang begitu mandiri, jalan kesana kemari, tanpa peduli tentang rasa butuh terhadap orang lain, menjadi seorang yang lemah, dan sangat tergantung terhadap orang lain. Aristoteles memang benar, manusia adalah makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain. Dan saya adalah salah satu manusia yang membutuhkan rasa sosial tersebut. Meski, selalu saya mencoba untuk tidak merepotkan orang lain semaksimal mungkin.

Minggu, 29 September 2013

Yang Kelima

Sesuai dengan rencana sebelumnya, dua minggu setelah operasi keempat, dilakukan evaluasi terhadap kaki saya. Dokter melihat apakah sudah memungkinkan untuk melanjutkan ke operasi berikutnya, khususnya melihat dari bekas luka eksternal fiksasi. Luka bekas eksternal fiksasi yang dicabut pada operasi keempat harus sudah menutup dan kering. Dengan keringnya luka tersebut, pertanda bahwa tidak terdapat infeksi pada luka tersebut sehingga siap untuk dilakukan operasi kelima.

Manusia ini memang canggih. Luka-luka di kaki ini membuat saya selalu terkesima atas proses pemulihannya. Dulu, waktu awal kejadian, luka yang begitu parah pun sekarang sudah menutup. Memang tidak seperti sebelumnya sih, tapi tetap saja canggih sudah sembuh lukanya. Termasuk juga luka bekas eksternal fiksasi yang dicabut. Dalam dua minggu, luka bekas besi yang tertanam dalam tulang sudah menutup sempurna, tidak kelihatan bahwa disana pernah tertanam besi yang menembus sampai tulang. Memang hanya Allah yang berkuasa menciptakan makhluk dengan sistem pemulihan seperti ini.


Minggu, 25 Agustus 2013

4th Operation

Pagi itu, tampak tak ada keanehan dengan kaki saya. Tidak sakit, tidak nyeri, normal seperti biasa. Saya pun check up rutin untuk melihat perkembangan penyambungan tulang saya dengan harapan rontgen pada tanggal 1 Agustus 2013 tersebut tulang di kaki saya sudah menyambung. Optimis, karena sudah 7 bulan terlewati.

Hasil rontgen pun diterima setelah menunggu kurang lebih setengah jam. Ah, ternyata hasil rontgen tidak sesuai harapan saya. Tulangnya belum menyambung. Kalau saya perhatikan malah seperti tidak ada perubahan dibandingkan rontgen bulan Mei lalu. Bahkan, posisi tulangnya terlihat bergeser. Soal pergeseran tulang itu saya tidak mengerti dampaknya. Jadi ya sudah, biasa saja melihatnya. Sudah tertanam dalam benak saya tulang ini memang lama pertumbuhannya, santai saja.

Jumat, 19 April 2013

Operasi Ketiga

Tepat tiga bulan setelah kejadian, luka pada kaki saya sudah mulai menutup. Daging yang awalnya terkoyak sudah memenuhi rongga yang ada sebelumnya dan membalut tulang yang dulunya terlihat. Dengan eksternal fiksasi yang masih terpasang, sakit pada kaki saya sudah jauh berkurang dari pada sebelum-sebelumnya.

Dengan kondisi seperti itu, dokter pun memberanikan diri untuk maju ke tahap berikutnya yaitu cangkok tulang atau bone graft. Diawali dengan melihat hasil rontgen, dokter melihat bahwa pertumbuhan tulang saya masih minimal sehingga diputuskan untuk dilakukan bone graft. Bone graft ini harus dilakukan melalui proses operasi. Persetujuan operasi diberikan. Jadilah operasi ini adalah operasi ketiga saya.

Selasa, 09 April 2013

Ketika Kamu Patah Tulang. Medis vs Alternatif

Jumlah kendaraan yang besar di Indonesia tentu saja berbanding lurus dengan jumlah kecelakaan lalu lintas. Efek kecelakaan pun bermacam-macam mulai dari cedera ringan sampai kematian. Hati-hati ya kalo berkendaraan..

Patah tulang adalah salah satu efek dari kecelakaan tersebut. Patah tulang tentu saja berakibat berkurangnya kemampuan anggota gerak tulang yang mengalami patah. Rasanya tidak enak, tetapi jangan khawatir, tulang manusia adalah salah satu benda ajaib yang diberikan Allah. Tulang mampu meregenerasikan dirinya yang rusak sehingga apabila patah akan menyambung kembali secara alami. Namun, untuk mempertahankan posisinya penyembuhan tulang menjadi seperti semula butuh bantuan dari luar tubuh. Nah, inilah yang dilakukan dalam pengobatan patah tulang.

Senin, 25 Maret 2013

Kesulitan dan Kemudahan

Saya selalu percaya hidup ini akan selalu berada dalam titik kesetimbangan. Ada hitam ada putih, ada tinggi ada rendah, ada kaya ada miskin, ada ganteng ada jelek, ada panas ada dingin, ada sulit dan ada pula mudah. Kesetimbangan ini yang membuat alam semesta ini tetap eksis sampai sekarang. Lihat bumi kita yang berputar pada porosnya dalam posisi setimbang dan perputarannya terhadap benda langit lain yang juga setimbang. Begitu juga hidup manusia, pasti selalu ada dalam poros kesetimbangan yang diciptakan oleh Allah, apalagi manusia dibekali oleh akal, yang pastinya harus bisa membuat hidupnya dalam posisi yang setimbang.

Saya pun hanya bisa terpana atas kuasa Allah terhadap kesetimbangan itu. Allah memang Maha Pengatur rencana.

Minggu, 24 Maret 2013

Manusia Makhluk Sempurna

Semenjak luka yang didapat dari kecelakaan tersebut, ternyata banyak sekali hikmah yang saya dapat salah satunya adalah sempurnanya manusia sebagai makhluk Allah.

Kalau melihat luka tersebut pada awal kejadian, pasti orang akan bergumam ngeri melihatnya saking parahnya. Saya pun juga sama ditambah merasakan sakit yang luar biasa. Terpikir juga, berapa lama ini luka akan sembuh dan bagaimana prosesnya penyembuhannya. Pasti sakit.